-->

Bermodal Bukti Foto-Video, Kuasa Hukum Bos SPI Batu Yakin Kliennya Akan Bebas!

Bermodal Bukti Foto-Video, Kuasa Hukum Bos SPI Yakin Kliennya Akan Bebas!
Tim kuasa hukum JE, Ditho Sitompul, Hotma Sitompul, Jeffry Simatupang, dan Philipus Harapenta Sitepu, saat diwawancarai awak media usai persidangan, Rabu (24/8). (Foto: Eko Sabdiyanto)

CekFAKTA.net - Agenda sidang dugaan kasus kekerasan seksual SPI Batu kembali berlanjut pada Rabu (24/8/2022).

Pada persidangan tersebut, diagendakan duplik atau jawaban pihak tergugat atas replik yang diajukan penggungat.

Tim kuasa hukum terdakwa JE, yang tak lain pemilik SPI Batu, mengajukan duplik sebagai sanggahan atas gugatan dari penggugat dalam repliknya.

Adapun yang menjadi bukti kuat tim kuasa hukum JE adalah berupa dokumentasi foto dan rekaman video, yang dirangkum dalam berkas duplik tersebut.

"Kami membawa beberapa bukti-bukti baru, seperti foto-foto dan ada juga rekaman video. Selain itu, kami juga membawa 50 lembar berkas hari ini," kata kuasa hukum JE, Ditho Sitompul di hadapan media usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (24/8).

Jika dilihat dari berkas duplik tersebut, jumlahnya memang tak setebal pledoi pada persidangan sebelumnya.

Untuk diketahui, pada pledoi beberapa waktu lalu, sedikitnya ada 1.000 lembar berkas yang diserahkan kuasa hukum JE kepada majelis hakim.

Terkait hal itu, Dhito mengatakan, pada sidang replik lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai tidak memberikan banyak pembelaan atas pledoi yang dilakukan oleh pihaknya.

"Karena jaksa tidak banyak menanggapi terhadap pembelaan kami. Jadi, kami menanggapi sebatas itu saja," ujarnya.

Dhito juga mengatakan, sedari awal pihaknya menilai perkara tersebut tidak memiliki cukup bukti seperti yang disangkakan kepada kliennya. Sehingga, pihaknya merasa yakin JE dapat bebas dari kasus ini.

"Karena kami melihat juga dari dakwaan sampai sekarang JPU tidak dapat membuktikan seluruh dakwaan yang didakwakan kepada klien kami," kata dia.

"Duplik ini tanggapan terhadap replik, bahwa repliknya pun tidak menjawab substansi, tidak membacakan bukti-bukti baru yang diajukan oleh JPU. Sehingga menurut kami sangat disayangkan, dan ini terkesan yang kerja malah kami untuk membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah," kata dia menambahkan.

Padahal, menurutnya, sudah seharusnya pihak kejaksaan yang sejatinya harus membuktikan terdakwa tersebut bersalah atau tidak.

"Nah ini jadi kami yang membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah, ini kan jadi lucu," akunya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum JE lainnya, Hotma Sitompul menyampaikan, ada kecurigaan dari pihaknya atas kedatangan Arist Merdeka Sirait ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu beberapa waktu lalu.

Ia menduga ada maksud tersembunyi dari Arist atas kasus ini.

Hotma juga menyayangkan adanya pertemuan Arist dengan pihak Kejari Batu itu, yang menurutnya tidak sesuai dengan komitmen awal yakni JPU tidak akan menerima kunjungan orang yang berperkara, dalam hal ini Arist.

"Nyatanya Arist Merdeka Sirait punya agenda dan maksud, ada keinginan-keinginan tersembunyi tidak murni hukum. Jadi, tim bilang dia (JPU-red) tidak terima orang yang yang berperkara. Nyatanya Arist Merdeka Sirait kuasa dari pelapor, kita akan melaporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) bahwa Kajari Batu menerima pihak yang berperkara," tegas Hotma.

Sebagai informasi, jadwal sidang selanjutnya akan digelar Rabu, 7 September 2022 mendatang dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim.