-->

Arist Merdeka Sirait Bakal Dilaporkan Terkait Unggahan Instagram

Arist Merdeka Sirait Bakal Dilaporkan Terkait Unggahan Instagram
Kuasa hukum JE, terdakwa kasus SPI Batu, mengancam akan melaporkan Arist Merdeka Sirait terkait tuduhan melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Rabu (20/7/2022). (Dok. Eko)


CekFAKTA.net - Di tengah jalannya persidangan kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa pemilik SPI Kota Batu, JE, massa yang mengatasnamakan diri Komnas Perlindungan Anak (PA) dan aliansi masyarakat menggelar aksi demo.

Mengetahui aksi itu, kuasa hukum JE yang dipimpin pengacara senior Hotma Sitompul, mengatakan, bahwa itu merupakan hak masyarakat.

Namun demikian, Hotma mengimbau agar segala tuntutan apapun selayaknya diikuti dengan memberikan bukti.

"Jangan menjustifikasi, bila ada orang masih diduga bersalah, maka harus membuktikan. Mintalah hukum seadil-adilnya. Pertanyaan kami, bila itu menimpa mereka apa mau mereka berteriak dan demo begitu?," tanyanya.

Namun yang membuat berang tim kuasa hukum JE bukanlah aksi demo massa, melainkan sikap Arist Merdeka Sirait yang dinilainya kurang etis.

Diketahui, Arist mengunggah postingan di akun Instagram pribadinya terkait penundaan agenda pembacaan tuntutan dalam sidang ke-22 kasus SPI Batu, Rabu (20/7/2022).

Sidang itu ditunda lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Pengadilan Negeri (PN) Malang masih harus melakukan cek dan ricek seluruh berkas laporan yang diterimanya.

Bahkan, Arist menuding sidang ditunda atas permintaan kuasa hukum JE.

Menanggapi tudingan itu, kuasa hukum JE lainnya, Ditho Sitompul berkomentar tegas.

"Yang menjadi pertanyaan buat kami, mengapa Arist Merdeka Sirait sengaja dengan niat sendiri dia posting di instagramnya menyatakan, bahwa ditundanya persidangan tersebut karena pengacara. Menjadi pertanyaan bagi kami, mengapa Arist Merdeka Sirait selalu kerjaannya memfitnah dari awal bilang ada bukti ciuman di gang, ngomong di podcastnya Deddy Corbuzier, kami tantang Arist Merdeka Sirait tunjukkan dong buktinya," kata Ditho di hadapan peliput di luar ruang sidang.

"Jadi bukan karena pengacara meminta penundaan, karena kami meminta bukti jika terduga korban mendapatkan intimidasi, itu kan salah besar. Arist Merdeka Sirait karena tidak hadir dalam persidangan adanya di luar, kok bisa ngomong mempengaruhi opini publik seakan-akan yang menunda persidangan itu kami. Itu fitnah, kami akan melakukan upaya hukum terhadap Anda," tegasnya.

"Kepada Arist Merdeka Sirait, tunjukkan dong buktinya jangan cuma ngomong saja, bukti itu harus lebih terang daripada cahaya, itu jelas," tandasnya.

Jadwal sidang selanjutnya akan kembali digelar setelah JPU tuntas mengecek setumpuk berkas yang diterimanya.

Rencananya, sidang baru akan dilaksanakan pada Rabu (27/7/2022) pekan depan.