-->

Cara Menghindari Berita Hoax di Internet

Cara Menghindari Berita Hoax di Internet
Tips cara menghindari berita hoax di internet

CekFAKTA.net - Seiring perkembangan teknologi, informasi dapat menyebar sepatu cepat secara multi-platform. Ragam situs website maupun portal berita hampir setiap saat selalu menyajikan berita terkini.

Sayangnya, tidak semua informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, karena banyak kalangan baik organisasi, komunitas, bahkan personal pun dapat membuatnya.

Ironisnya, kemampuan mengelola teknologi tidak dibarengi sikap bijak dapat upaya penyebaran informasi. Alhasil, banyak ditemui informasi dan berita yang alih-alih bertujuan mengedukasi, yang ada justru menyesatkan pembacanya.

Penyesatan informasi itulah yang lazim disebut hoax atau hoaks. Sebuah pembelokan fakta dari sebuah realita yang dikemas menjadi informasi yang seolah benar adanya.

Keberadaan informasi palsu tersebut tentunya sangat berbahaya, terlebih jika tersebar luas dan banyak yang mempercayainya. Terlebih kecepatan penyebaran informasi didukung media sosial yang sekarang marak digunakan oleh warganet, atau orang-orang yang beraktivitas di dunia maya.

Oleh karenanya, dibutuhkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya berita palsu, kabar bohong, atau informasi hoax tersebut.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, berikut cara menghindari hoax di internet, sebagai bagian dari edukasi masyarakat agar terhindar dari penyesatan informasi yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Cara menghindari hoax di internet


Ada beragam alasan pembuatan berita palsu sampai proses penyebarannya. Hal itu bisa ditengarai untuk tujuan negatif seperti memfitnah, menyerang personal tertentu, atau sengaja membuat situasi menjadi keruh karena berhasil menciptakan kepanikan massal.

Agar tidak menjadi korban kejahatan siber berupa penyesatan informasi tersebut, ketahui tips cara menghindari hoax berikut ini.

1. Jangan Terpancing Judul

Berita hoax seringkali menggunakan judul yang heboh. Tak jarang judul juga dibuat provokatif agar menciptakan situasi yang tak kondusif di kalangan netizen (warganet).

Sementara untuk isi artikelnya, sering mengutip dari media online terpercaya lainnya yang kemudian diubah redaksionalnya, seperti mengubah subjek, waktu, maupun konteks utama dari foto/video yang ada di dalamnya.

Pembelokan fakta inilah yang disebut hoax. Jadi, agar tidak menjadi korban hoax, caranya tahan emosi dan tidak buru-buru menyebarkannya.

2. Lihat Sumber Penyebar Informasi

Cermati alamat situs yang menyebar informasi, apakah dimuat oleh situs berita terpercaya, atau hanya disebarkan oleh website abal-abal.

Cara mengindentifikasinya, cek alamat URL atau domain yang digunakan. Portal berita online terpercaya biasanya menggunakan Top Level Domain (TLD) sebagai alamat, seperti .com/.net/.org/.id dan sejenisnya.

Meski begitu, tidak semua yang berdomain TLD dapat dikatakan resmi. Begitu juga sebaliknya, tidak semua yang gratisan semacam blogspot dan wordpress adalah palsu. Namun, cermati secara nalar konteks berita yang dipublikasikan, sekalipun TLD namun jika yang dibagikan meragukan tetap saja dapat patut diwaspadai.

3. Cek Fakta

Adanya situs seperti CekFAKTA.net akan memudahkan pengguna internet untuk mengetahui kebenaran sebuah berita.

Artikel yang diterbitkan pada website ini akan menjelaskan status informasi yang tersebar di media sosial dan berbagai platform lain apakah itu asli atau palsu.

Jika bermanfaat untuk seseorang agar mengetahui keaslian informasi, tentu akan lebih baik jika diketahui oleh pengguna internet secara masif. Oleh karenanya, jika Anda menemukan artikel hasil cek fakta sebuah berita hoax, jangan lupa untuk menyebarkan link artikel dari website CekFAKTA.net ke platform lainnya, ya!

4. Perhatikan Keaslian Foto

Bagian ini juga penting, periksa foto atau gambar pada informasi tersebut. Jika meragukan maka tanyakan pada forum, komunitas, atau grup-grup yang anggotanya bergerak aktif pada kegiatan pemeriksaan fakta.

Selain itu, memeriksa foto sekarang juga semakin mudah dengan bantuan situs pencarian seperti Google. Fitur yang ada pada Google dapat mendeteksi korelasi sebuah foto dengan momen sebenarnya, yang bisa jadi jauh melenceng dari konteks berita yang sebelumnya Anda baca dari media sosial.

5. Ikuti Grup Diskusi/Komunitas Anti Hoax

Seperti dijelaskan pada poin 4 (empat), bahwa untuk memudahkan mendapat kepastian tentang kebenaran berita Anda disarankan untuk bergabung pada forum atau grup-grup yang anggotanya berperan aktif pada upaya pemeriksaan fakta.

Grup-grup ini banyak ditemui di Facebook, di antaranya Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Turn Back Hoax!, serta Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH).

Dengan memperhatikan lima poin di atas setidaknya dapat meminimalisir agar tidak menjadi korban hoax.

Perlu diingat, ketika terhindar dari hoax bukan berarti keberadaan berita palsu akan terhenti begitu saja. Diperlukan kesadaran dan peran aktif Anda untuk turut mengedukasi pengguna internet lainnya agar sadar bahwa berita yang mereka baca, ikuti, bahkan sebarkan, itu salah!

Oleh sebab itu, silakan share atau bagikan link postingan pada website verifikasi berita seperti CekFAKTA.net ini ke platform tempat disebarkannya informasi salah tersebut, seperti Facebook, grup WhatsApp (WA), atau media jejaring dan micro-blogging lainnya.

Mari bersama melawan berita palsu demi masyarakat yang sehat, cerdas, dan bijak. Turn Back Hoax!