-->

4 Cara Membedakan Berita Asli dan Palsu

4 cara membedakan berita asli dan palsu

CekFAKTA.net - Informasi telah menjadi kebutuhan banyak orang di era modern sekarang ini. Cara mendapatkan informasi juga semakin mudah dengan hadirnya teknologi. Tak melulu menunggu terbitan koran di setiap pagi dan sore seperti dulu. Karena informasi bisa kapanpun diakses melalui internet.

Namun jika dibanding dengan koran, berita-berita di internet lebih rawan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan informasi palsu.

Bukannya menambah wawasan, faktanya malah melakukan penyesatan.

Hal inilah yang menjadi perhatian bersama. Terlebih dengan adanya situs jejaring, penyebaran berita palsu akan semakin mudah dilakukan. Korbannya tak lain adalah pengguna jejaring sosial itu sendiri, seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau grup-grup WhatsApp (WA).

Pengguna internet diminta untuk lebih bijak berselancar di internet. Selain bisa mengoperasikan perangkat untuk mengakses informasi di internet, pengguna juga harus tahu cara menghindari hoax agar tidak ikut jadi korban selanjutnya.

Karena jika tidak selektif, keberadaan berita palsu tersebut akan semakin meluas.

Ada banyak cara untuk mengetahui kebenaran informasi, sekaligus memastikan statusnya apakah asli atau palsu.

Berita palsu atau lazimnya disebut hoax (hoaks) biasanya dapat diidentifikasi melalui beberapa metode, yang salah satunya adalah melakukan literasi cek fakta.

Namun secara mendasar, setidaknya ada empat cara membedakan berita asli dan palsu yang dapat dilakukan secara mandiri.

4 Cara Membedakan Berita Asli dan Palsu


Berikut penjabaran dari 4 cara membedakan berita asli dan palsu tersebut.

1. Kenali Unsur Berita Hoax

Baik berita asli maupun palsu semua memiliki karakteristik masing-masing. Sehingga perbedaan itulah untuk mengetahui apakah berita yang tersebar benar-benar asli atau hoax semata.

Pastikan bahwa berita yang Anda baca tidak memiliki elemen kalimat janggal yang seolah-olah memaksa pembacanya, seperti "sebarkanlah" atau "viralkanlah", dan kalimat lain sejenisnya.

Format penulisan berita palsu biasanya juga terlihat kurang rapi. Bahasa yang digunakan juga kerap ditemui tidak sesuai kaidah penulisan sebuah informasi resmi, seperti menggunakan huruf kapital (huruf besar) tidak sesuai tempatnya, ejaan yang salah, dan penggunaan tanda baca berlebihan hanya demi memberikan kesan penekanan.

2. Verifikasi Sumber Berita

Sekarang sudah banyak media-media yang menyediakan kanal khusus cek fakta, seperti media nasional Tempo.co, Suara.com, Kompas.com, Liputan6.com, Pewarta.co.id, dan lain sebagainya.

Melalui media massa tersebut validitas berita dapat diketahui keberadaannya.

Selain itu, keberadaan website CekFAKTA.net ini juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengetahui kebenaran informasi dan memastikannya apakah hoax atau tidak.

Adapun cara lain bisa memanfaatkan fitur pencarian Google.

3. Cek Menggunakan Aplikasi

Cara mengetahui keaslian berita juga bisa memanfaatkan aplikasi seperti Hoax Analyzer dan Copyscape.

Dua aplikasi tersebut memiliki fitur mengecek berita hoax. Kegunaannya tentu saja untuk verifikasi berita dengan metode cross check pada hasil pencarian teratas di semua mesin pencarian atau kata kunci terkait.

4. Periksa Foto

Memeriksa foto atau gambar pada artikel berita juga bisa membantuk untuk mengindentifikasi keaslian berita. Penggunaan foto yang tidak relevan juga disinyalir mewakili unsur hoax atau palsu dari link artikel yang disebar.

Cara mudah untuk mengecek sumber foto yang relevan adalah dengan menggunakan bantuan Google Images.

Screenshot atau tangkapan layar bisa diunggah pada fitur Google Images dengan meng-klik tombol ikon foto di kotak pencarian, lalu lihat hasil yang ditampilkan.

Google akan menampilkan hasil pencarian pada Search Engine Result Page (SERP) sesuai konteks yang sesungguhnya. Kemudian bandingkan dengan konten yang Anda ketahui di media sosial sebelumnya, sama atau tidak. Jika faktanya melenceng, maka bisa dipastikan foto tersebut hoax.

Demikian 4 cara membedakan berita asli dan palsu. Semoga cara tersebut dapat membantu meminimalisir potensi menjadi korban penyebaran berita hoax di manapun, termasuk internet.